Gresik - deltaforumnews Seorang bocah 6 tahun di Gresik dicabuli tetangganya sendiri. Korban merupakan teman bermain anak pelaku. Pelaku adalah Saiful Arif (37), warga Sedayu, Gresik. Kelakuan bejat Saiful terungkap saat korban merasa kesakitan ketika dimandikan orang tuanya. Orang tua korban yang curiga akhirnya memeriksakannya ke puskemas terdekat.
"Setelah diperiksakan ke puskesmas, orang tua korban melaporkan ke polisi, setelah kami cocokan dengan data visum dan keterangan saksi kami bergerak cepat menangkap pelaku," kata Kasat Reskrim Polres Gresik AKP Andaru Rahutomo saat dikonfirmasi deltaforumnews.com. Sabtu(15/6).Andaru mengatakan pelaku yang sehari-hari bekerja sebagai nelayan sudah empat kali mencabuli korban. Perbuatan bejat itu dilakukan di rumah pelaku saat anak dan istrinya tak ada di rumah. "Kejadian dilakukan oleh pelaku saat korban bermain di rumahnya saat anak dan istrinya keluar rumah," jelas Andaru. Dari perbuatan pelaku, polisi mengamankan sejumlah barang bukti yakni satu potong baju dan celana korban. Selain itu, atas perbuatan pelaku dijerat pasal 82 Undang-Undang RI nomor 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman 15 tahun penjara. ( red )
Sabtu, 15 Juni 2019
LAKA Emak-emak Pemotor asal Jombang Tewas Terlindas Truk di Mojokerto
Emak-emak Pemotor asal Jombang Tewas Terlindas Truk di Mojokerto
MOJOKERTO - deltaforumnews Kecelakaan melibatkan truk gandeng bernopol AG 8604 UI dengan motor Honda Beat bernopol W 6104 UY terjadi di Jalan Raya Dusun Pelabuhan, Desa Canggu, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto. Akibat kecelakaan, satu orang tewas. Data yang dihimpun jatimnow.com, kecelakaan terjadi pada Kamis (13/6/2019) malam. Truk gandeng yang disopiri Pitoyo, warga asal Jalan Jati GG VII No 17, Sukorejo, Kabupaten Blitar itu melindas satu dari dua pemotor hingga tewas di lokasi kejadian. Kanit Laka Satlantas Polres Mojokerto Kota, Ipda Karen mengatakan, motor Honda Beat itu dikendarai emak-emak bernama Nia Wahyuningtyas yang saat itu membonceng Munara, keduanya warga asal Desa Barang Rejo, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang. "Motor melaju dari arah selatan ke utara. Saat mencoba mendahului truk gandeng dari arah kanan, diduga karena kurang hati-hati dan waspada, motor mendadak jatuh ke kiri," kata Karen, Jumat (14/6/2019). Padahal, di sebelah kiri, truk gandeng itu tengah melaju. Tak pelak, emak-emak pemotor itu terlindas dan tewas seketika di TKP. Korban tewas yaitu Munara (54), emak-emak yang dibonceng motor tersebut. "Korban meninggal dunia diduga akibat luka berat di bagian punggung setelah tergencet ban belakang truk gandeng," terang Karen. Baik korban luka ringan maupun meninggal dunia, langsung dievakuasi ke Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo Kota Mojokerto. Sedangkan truk gandeng berikut sopirnya diamankan untuk diperiksa lebih lanjut.( sjy )
Perjalanan Wisata Berujung Maut di Pasuruan 7 Tahun Silam
PASURUAN - deltaforumnews.com Sebanyak 59 orang warga Candi Lontar, Kota Surabaya, Jawa Timur mengalami kejadian tragis saat tengah berwisata ke Taman Rekreasi Sengkaling, Malang. Mereka menjadi korban kecelakaan bus pariwisata Mutiara Indah Murni pada Minggu 6 Mei 2012 silam. Bus yang mereka tumpangi terguling di Desa Ngembal, Kabupaten Pasuruan. Kecelakaan terjadi setelah mereka menikmati keindahan Agrowisata Bhakti Alam. Dalam catatan Sejarah Hari Ini (Sahrini) deltaforumnews.com, sebanyak tujuh orang meninggal dunia dalam kecelakaan tersebut. Mereka adalah Imam Zuhdi (58), Ari Jalu (28), Pitoyo (35), Suwarni (50), Suparni (56), Utami (40), dan Salfa Putri Maharani (5). Para korban tewas diketahui duduk di kursi belakang dan terlempar saat kejadian. Seorang korban selamat, Tamrin mengatakan, bus maut tersebut mengangkut rombongan ibu-ibu PKK dari tempat tinggalnya. Mereka berangkat dari Surabaya dengan tujuan berwisata di ABhakti Alam. Tamrin menjelaskan, bus itu sempat bermasalah sehingga menghambat perjalanan dan beberapa kali berhenti karena radiator rusak. Namun, perjalanan tetap dilanjutkan dan rombongan tiba dengan selamat di Agrowisata Bhakti Alam. Usai beristirahat sekitar satu jam, kemudian perjalanan akan dilanjutkan ke objek wisata Sengkaling. Sebelum rombongan bergerak, si sopir memberitahukan bahwa ada kerusakan pada bus. Namun, kerusakan itu sudah diperbaiki. "Jalan menurun dari objek wisata Bhakti Alam sejauh sekitar 2 kilometer itulah kami merasakan bau asap seperti ada yang terbakar," ungkap Tamrin. Benar saja, rem bus tersebut ternyata tidak berfungsi. Tanpa rem yang berfungsi baik, bus itu meluncur ke jalan yang menurun di Desa Tutur, Nongko Jajar, Kabupaten Pasuruan. Sejumlah warga sekitar sebenarnya sudah berupaya untuk mencegah bus itu melorot turun, mengganjal ban dengan batu. Tapi upaya itu gagal. Tubuh bus yang terlalu besar pun tetap meluncur liar. Sopirnya juga tidak kuasa mengendalikan kemudi. Sesaat kemudian menabrak sebuah pohon, lalu menabrak pembatas jalan. Setelah itu terguling. Selain merenggut tujuh korban tewas, belasan lainnya dilaporkan menderita luka berat dan ringan. Para korban yang tewas dibawa ke Puskesmas Purwosari dan Rumah Sakit Ganesha, Purwosari. Sedang korban selamat dievakuasi oleh warga setempat ke salah satu mushala yang berjarak sekitar 200 meter dari lokasi kejadian. Sasongko diantara korban selamat kecelakaan itu tak menyangka, perjalanan wisata ini berakhir maut. Padahal acara ini sudah direncanakan sejak lama oleh warga."Biaya wisata ini dari sisa hasil panen sawah warga yang disimpan di koperasi," tutur Sasongko.( sjy )
Jumat, 14 Juni 2019
Penjual Es Ditangkap Polres Tanjung Perak “Gak Bisa Masuk, Burungnya Gak Hidup”
SURABAYA - deltaforumnews Dalih jauh dengan keluarga yang ada didaerah Madura, membuat pelaku Mat Sadin (54) yang tinggal kontrak di Jalan di Bulak Banteng, Surabaya tega mencabuli Bunga, tetangganya. Penjual es keliling ini berhasil mencabuli Bunga hingga lima kali dengan iming-iming uang dan juga es gratis guna memperdayai korban yang masih pelajar berusia 13 tahun itu.Pelaku diapit petugas Kepada penyidik setelah bapak tiga anak ini dibekuk Satreskrim Polres Tanjung perak, Surabaya Kamis (13/6/2019), mengaku mengenal korban karena bertetangga dekat. Karena kedekatan bertetangga itulah, begitu ada kesempatan pelaku selalu melancarkan rayuannya untuk memperdayai korban. “Awalnya duduk-duduk, lalu saya pegang-pegang dan saya ajak masuk rumah,” aku pelaku Sidin. Pelaku juga mengatakan jika dirinya sampai tiga kali ingin menyetubuhi korban dan setelahnya selalu memberi uang 5 ribu kepada korban. “Tapi selalu tidak bisa masuk karena burungnya gak hidup tapi keluar. Dan yang ketiga kalinya gak kasih uang lalu saya dilaporkan,” tambah pelaku. Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak, AKBP Antonius Agus Rahmanto mengatakan, petugas mengamankan pelaku berdasarkan Laporan korban LP/B/ 177/ VI / 2019 /Jatim/ Rest Pelabuhan Tanjung Perak Tanggal 12 Juni 2019. Diketahui pula, latar belakang pelaku ini adalah seorang residivis. “Pada tahun 1988 silam tersangka pernah dihukum dan divonis selama 11 tahun di pengadilan negeri Sampang akibat tindak pidana pembunuhan,” sebut Agus Rahmanto, Jum’at (14/6/2019).Dalam melancarkan aksi melakukan tindakan pencabulan terhadap saudari Bunga, dilakukan dengan cara melepas celana dan celana dalam korban kemudian menggesek-gesekkan alat vital tersangka pada kemaluan korban. Usai melakukan cabul, pelaku memberikan uang kepada korban dan juga melakukan pengancaman kepada korban. “Pelaku mengancam apabila tidak mau melakukan akan memberitahukan kepada orang tuanya jika dirinya sudah pernah melakukan perbuatan yang serupa sebanyak 4 kali,” tambah Agus Rahmanto.Kini, pelaku Pencabulan ini telah dijebloskan kedalam penjara. Dia akan dijerat Pasal 82 UU RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan undang-undang RI nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak, ancaman hukuman pidana selama lamanya 15 tahun. Barang bukti yang ikut diamankan, 1 lembar Visum, 1 buah sarung warna merah hati,1 buah celana jeans merk Club, 1 buah celana dalam warna putih, 1 buah baju motif kotak-kotak dan 1 buah baju berwarna hijau.( sjy )
Langganan:
Postingan (Atom)




